
Terobosan terbaru oleh para peneliti asal Italia berhasil mengidentifikasi enzim bakteri yang dikirim melalui nanopartikel untuk mengurai plak arteri—yaitu penumpukan lemak dan kalsium yang menyempitkan pembuluh darah dan memicu penyakit jantung.
Aterosklerosis berkembang selama bertahun-tahun seiring menumpuknya kolesterol, peradangan, dan sisa-sisa sel di dinding arteri, membentuk plak tidak stabil yang rentan pecah dan menyebabkan serangan jantung atau stroke.
Dalam studi preklinis, biokatalis bertarget ini dilaporkan mampu mendegradasi matriks fibrin-lipid di dalam plak saat mendeteksi sinyal peradangan, sehingga berpotensi memulihkan aliran darah tanpa perlu operasi, pemasangan ring (stent), atau prosedur bypass.
Pendekatan ini bertujuan untuk melarutkan sumbatan secara selektif sekaligus meminimalkan kerusakan pada jaringan yang sehat. Jika berhasil diterapkan pada manusia, metode ini dapat mengubah lanskap perawatan kardiovaskular dengan cara membalikkan (menyembuhkan) penyakit yang sudah ada, bukan sekadar memperlambat perkembangannya. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penelitian ini masih berada dalam tahap awal. Belum ada uji klinis pada manusia yang kuat untuk mengonfirmasi keamanan atau efektivitasnya demi penggunaan secara luas.
Konsep serupa, termasuk penggunaan enzim seperti nattokinase atau peningkatan protein alami seperti PLTP, telah menunjukkan pengurangan plak pada model hewan atau data manusia yang masih terbatas. Meski demikian, perubahan gaya hidup, konsumsi statin, dan pengendalian faktor risiko tetap menjadi landasan utama dalam pencegahan.
Walaupun menjanjikan, pengujian yang ketat sangat penting dilakukan sebelum terapi semacam ini dapat menjangkau pasien. Penemuan ini memicu harapan baru bagi hadirnya pilihan penanganan yang lebih minim invasif (tanpa pembedahan besar) untuk melawan penyebab kematian utama di dunia.
Catatan Istilah (Glossary):
- Arterial plaque: Plak arteri (sumbatan lemak pada pembuluh darah).
- Preclinical studies: Studi preklinis (uji coba yang biasanya baru dilakukan pada hewan atau sel di laboratorium, belum ke manusia).
- Stents: Ring jantung.
- Minimally invasive: Minim invasif (prosedur medis dengan sayatan minimal atau tanpa operasi besar).